Books

BOTCHAN, by Soseki Natsume

WP_20160226_19_34_50_Pro

  • JUDUL BUKU : BOTCHAN
  • PENULIS : Soseki Natsume
  • PENERBIT : Tuttle Publishing, 1968
  • TEBAL : 188 hlm.
  • ISBN : 0-8048-3703-1 / 9-780804-837033
  • RATING : 4/5

Sejak kecil, Botchan memang sudah terkenal keras, pemberani, dan bukan seorang anak yang penurut. Hidup dalam asuhan Kiyo, seorang pembantu keluarganya yang sangat menaruh harapan besar pada kesuksesan hidup tuan mudanya, Botchan berhasil lulus universitas dan menjadi seorang guru matematika di Shikoku. Menjadi guru matematika bukanlah cita-citanya, pun dia bisa lulus bukan karena dia menyukai matematika itu sendiri tapi semata-mata karena ia bisa lulus saja. Seperti banyak anak muda seumurannya pula, Botchan adalah pemuda yang masih belum juga menemukan tujuan hidupnya.

Botchan menerima tawaran kerja sebagai seorang guru matematika di Shikoku, jauh dari Tokyo kota kelahirannya. Kehidupan dan penyesuaian dirinya di sana menjadi sulit terutama karena dia kehilangan sosok Kiyo dan juga kurangnya kemampuan dirinya untuk bergaul dengan sesama rekan kerjanya. Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari rekan-rekannya dan menjadi sering mengkritik mereka, apa yang dia rasa tidak sesuai di matanya seringkali langsung dia sampaikan dan berujung konflik. Begitu juga dengan murid-muridnya yang sering menguntitnya sepanjang jalan dan membuat lelucon tentang kebiasaan makannya (siomay dan tempura) sampai-sampai dia tidak lagi menyentuh makanan-makanan itu.

Sejak awal, Botchan ini mengingatkan saya pada karakter Onizuka dari manga Great Teacher Onizuka (GTO). Karakternya sama-sama keras dan penuh kritik sosial terutama dunia pendidikan pada masa itu, yang secara mengejutkan masih relevan sampai jaman sekarang (1904-2016). Seratus dua belas tahun lamanya dan permasalahannya nyaris tetap sama saja. Sebagai seorang yang lurus dan polos dengan karakter kerasnya, Botchan tidak segan-segan menegur langsung bahkan hingga melakukan tindak kekerasan pada pejabat-pejabat nakal di sekolahnya. Tawaran kenaikan gaji sama sekali tidak menarik baginya, bahkan ancaman dikeluarkan dari sekolah pun tetap sama sekali tidak meruntuhkan niatnya untuk membela kawannya yang diperlakukan tidak adil. Menariknya, justru keberanian Botchan ini berhasil menyiutkan nyali lawan-lawannya tanpa dia sendiri menyadarinya, dan memang kenyataannya juga selalu pihak pengancam lah yang sebenarnya merasa terancam sehingga merasa perlu mengeluarkan ancaman.

Novel ini merupakan salah satu novel terpenting dan paling dicintai oleh pembaca di Jepang sampai hari ini. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1904 sebagai novel debut Soseki, sampai hari ini sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan masih menjadi bacaan yang sangat menghibur. Cara pandang Botchan terhadap kehidupannya merupakan contoh bagaimana menjalani kehidupan dengan cara yang ksatria di tengah-tengah kerusakan moral di sekitar kita. Novel ini membawa kita pada perenungan moral yang dalam dan dikemas dengan ringan sebagai bacaan semua umur. Tidak salah jika ia langsung sukses menjadi bestseller di awal kemunculannya.

If gold, power, or logic gain a man’s heart, a Shylock, a police constable, or a university professor would have the most admirers.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s