Random · Words

Sepotong Kisah oleh Seorang Gadis Kecil

17240079_10210597656875330_1961105070916884548_o

BANJIR BANDANG

Pada suatu hari, aku dapat melihat semua rumah dipenuhi dengan air kotor. Semua rumah itu tenggelam, termasuk rumahku. Dipenuhi dengan air sampai semua barangku berantakan entah kemana. Mau lari ke sebelah kanan tidak bisa. Mau lari ke sebelah kiri juga tidak bisa. Mau pergi kemana-mana sudah tidak bisa lagi. Lantai penuh dengan air kotor. Untuk apa lagi punya rumah jika sudah tidak bisa menjadi tempat berlindung.

Sedih rasanya ketika air sudah melebihi badan. Separuh dari rumah sudah menghilang. Lenyap tidak terlihat bersama air. Mau berganti baju agar tidak basah, tetap akan basah lagi. Sudah tidak ada harapan untuk dapat menyelamatkan semua barang. Ada barang yang terapung dan ada juga yang tenggelam. Mau naik kendaraan, kendaraannya yang akan macet.

Mau menangis tidak ada gunanya. Mau membuang air ke selokan, selokan sudah penuh. Mau dibuang ke sungai, sungai runtuh. Sudah tidak ada tempat untuk menampung air. Semua usaha yang dilakukan sia-sia, jika hujan masih terus berlanjut.

Penyebab satu-satunya dari banjir bandang ini, hanyalah karena ulah manusia. Sampah menyumbat di setiap saluran air. Banyak plastik dan bungkus-bungkus makanan terapung berserakan dan tidak jelas. Menyumbat di berbagai saluran air. Kuharap itu tidak akan terjadi lagi.

Solo, Maret 2017

Debora Michelle Santoso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s